Selasa, 20 Maret 2018

MALUKU MISKIN



Kemiskinan Maluku adalah kemiskinan struktural, yang diakibatkan oleh regulasi negara, yang tidak memberikan keleluasaan daerah mengelola sendiri Sumber Daya Alam(SDA)-nya. Selain itu, eksploitasi negara atas sumber daya alam Maluku, tidak secara adil dan merata  kontribusi pengembaliannya kepada daerah Maluku.

Akibat yang terjadi adalah melemahkan kemampuan daerah untuk membangun daerah oleh adanya keterbatasan anggaran pembangunan.

Selain menciptakan ketergantungan daerah yang tidak berbatas kepada pemerintah pusat. 

Maluku yang memiliki Lautan seluas 658.294,69 km² (sebesar 92,4% dari luas wilayah) - Daratan seluas 54.185 km² (sebesar 7,6% dari luas wilayah). Titaley (2006) berdasarkan identifikasi citra satelit LAPAN, jumlah keseluruhan pulau-pulau di Provinsi Maluku adalah 1.412 buah pulau.

Sangat disayangkan, Maluku yang berdasarkan data BPS penduduk Provinsi Maluku pada semester I yang dipublis tanggal 30 Juni 2017 sebanyak 1.842.933 jiwa, terdiri dari Laki-laki 932.970 jiwa dan Perempuan 909.963 jiwa, dan 321,510 orang diantaranya adalah penduduk miskin. Sehingga secara nasional, Maluku menempati urutan atas provinsi miskin di negara Indonesia.

 Data Provinsi Miskin di Indonesia (Sumber; KataData)



Maluku pun menempati posisi ketiga provinsi dengan angka Pengangguran Terbuka urutan ketiga di Indonesia, 

  Data Pengangguran Terbuka per Provinsi di Indonesia (Sumber; KataData)

dan serta itu disempurnakan dengan Maluku menempati Top Leader Provinsi dengan angka Pengangguran Tertinggi di Indonesia.


Data Pengangguran  per Provinsi di Indonesia (Sumber; KataData)





Vidio Parodi Lagu Maluku Miskin (doc.)

Link vidio di Youtube ; 

https://youtu.be/JryPI6W2UfQ







Depok 20 Maret 2018


Sabtu, 17 Maret 2018

KESALAHAN TIDAK SELAMANYA SALAH




Suatu kesalahan, ketika terulang, harusnya tidak. Tetapi karena berulang-ulang, menghasilkan kesadaran untuk mempelajari dimana letak kesalahan dimaksud.

Tentu menyesakkan dan membuat kesal rasa, karena kesalahan ada pada hal yang sama dan terulang.

Butuh kesabaran dalam ketenangan jiwa dan pikiran, terbukti dengan begitu, akan ditemukan di mana letak kesalahannya.

Ada penyesalan atas hal yang hilang oleh kesalahan sebelumnya, setidaknya telah dapat diketahui dan tidak akan kembali untuk terjadinya kesalahan yang sama.

Kesalahan itu memang salah, tetapi mengakibatkan kebaikan karena tidak akan lagi terjadi di kemudian kesempatan bila kembali melakukan hal yang sama.

Salah itu manusiawi. 
Tidak mengulang kesalahan itu kebaikan dari memahami proses yang telah salah.


Esai - #MOZAIKCoffee

Rabu, 28 Februari 2018

PARTAI POLITIK YANG POPULIS


Pendahuluan

          Memilih untuk berpolitik praktis melalui organisasi partai politik, harus selalu siap untuk melaksanakan segala kepentingan tugas dan tanggungjawab ke-partai-an, sesuai beban jabatan yang disandang dalam organisasi partai.

Berpartai untuk berpolitik praktis, harus memahami latar belakang dan alasan untuk tujuan apa, dan apa yang dapat dilakukan baik dalam jabatan atau hanya selaku anggota biasa, maupun sekadar simpatisan. Keinginan untuk berpartai secara aktif haruslah bisa ikut berkontribusi melalui pernyataan pikiran, pendapat, dan rasa, guna berperan aktif bersama-sama para kader dan simpatisan partai yang lain memajukan dan menguatkan peran maupun kapasitas partai, hingga menjadikan partai politiknya menjadi partai populis di mata publik.

Tentunya bukan sesuatu yang mudah, semudah membalik telapak tangan, akan tetapi kesungguhan niat dan komitmen kerja keras yang konstruktif dan taktis dalam mengelola potensi partai, baik di dalam maupun di luar struktur partai di semua tingkatan hingga pada tataran konstituen serta publik atau masyarakat. Adanya perbaikan dan perubahan berarti, sebagai usaha mewujudkan keinginan dan cita-cita menjadikan partai yang akrab dikenal dan disukai luas, agar nantinya berdampak positif kepada kader partai dapat terpilih sebagai legislator dalam pemilihan umum(Pemilu).  


Fungsi Partai
Politik itu sifatnya dinamis, dan partai politik pun berperan sebagai pelaku utama pengarah haluan perpolitikan yang tentu akan mewujudkan warna dan bentuk politik negara Indonesia. Partai politik sebagai political recruitment memiliki posisi yang kuat dan strategis menentukan haluan negara, berperan dalam pergantian kepemimpinan politik di lembaga negara, utamanya lembaga legislatif dan kepemimpinan di kelembagaan eksekutif.
Secara ilmiah menurut Prof.Meriam Budihardjo)1, partai politik memiliki 4(empat) fungsi, yakni ;
1         .      Partai sebagai sarana komunikasi politik
2         .      Partai sebagai sarana sosialisasi politik
3         .      Partai sebagai sarana rekruitmen politik
4         .      Partai sebagai sarana pengatur konflik
Pelaksanaan fungsi partai dimaksud, dibutuhkan kepemimpinan yang mampu mengatur ritme operasional partai sehingga dengan gagasan serta tawaran penataan partai secara internal, dimulai dengan proses rekruitmen politik. Demikian juga secara eksternal, yakni proses yang berhubungan langsung dengan basis pendukung atau konstituen sebagai pendukung partai.
Di dalam dinamika politik modern, partai politik dapat diposisikan sebagai institusi sosialisasi politik, yang mampu merubah dan membawa kehidupan sosial kemasyarakatan searah tujuan berbangsa dan bernegara, dalam mana sebuah negara merdeka. Karena partai politik sebagai suatu organisasi paling mapan, mampu berfungsi sebagai penyalur kepentingan politik dalam sebuah sistem politik modern, yaitu menjadi corong bagi lisan rakyat agar suara rakyat mampu tersalurkan dan diimplementasikan dalam pemerintahan di tingkat negara, atau pemerintahan di bawahnya, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Konsolidasi dan Penguatan Idiologi Partai
Membangun dan memperjuangkan sebuah partai tidak semudah membalikan telapak tangan,  faktor phisikologis, maupun sosiologis masa atau publik sangat menentukan seberapa mampu dan pantas diterima oleh publik dan mendapatkan keanggotaan serta konstituen partai yang kalau bisa yang benar-benar loyal dan fanatik. Kematangan strategi konsolidasi kader struktural partai hingga tataran keanggotaan dan konstituen, menjadikan partai kuat dan matang untuk berkiprah dan berjuang dalam kanca perpolitikan praktis.
Tentunya, dibutuhkan kerja keras serta upaya maksimal guna menjadikan partai sebagai partai yang populis di mata dan di hati rakyat, yang tanggap dan selalu peduli secara aktif memberi solusi terbaik dan maksimal bagi pembangunan dan kemajuan suatu bangsa dan negara.
Sejatinya, keberadaan sebagai partai politik, adalah jembatan penghubung antara rakyat dan pemerintah, karena partai politik adalah salah satu pilar terpenting dalam negara demokrasi seperti negara Indonesia pasca-reformasi tahun 1998. Disamping sebagai jembatan penghubung atau sarana komunikasi politik, juga berfungsi memegang dan mempertahankan kekuasaan, guna menyalurkan atau mewujudkan visi, misi, dan program-program partai yang telah dirancang. Berfungsi menyebarluaskan dan menyalurkan nilai-nilai, norma-norma, aturan-aturan, dan kebiasaan-kebiasaan berpolitik yang benar kepada masyarakat.
Idiologi partai yang tidak bersifat sektarian, lebih membebaskan kader partai untuk bersosialisasi dan mengambil peran signifikan tanpa harus dibatasi hal-hal yang bersifat sosiologis maupun idiologis di tengah masyarakat, karena suatu partai politik  dibentuk untuk semua, siapa saja, di mana saja. Tentu kebebasan itu dilakukan secara beretika, santun, bermoral, taat azas dan aturan partai, maupun hukum.
Penguatan posisi dan peran partai ke depan, melalui aksi populis haruslah yang benar-benar peduli dengan kepentingan rakyat, dibutuhkan bagi penguatan demokrasi bangsa. Memberikan atau mencontohkan pendidikan politik yang baik dan positif. Membangun manajemen kepartaian secara modern, hingga mampu dan berani tampil paling depan menyelesaikan hal-hal krusial, baik di internal partai  maupun di masyarakat.
Cerdas dan tanggap mengelolah konflik politik di masyarakat, menjadikannya energi politik positif, mengutamakan kepentingan persatuan dan kebersamaan membangun kekuatan politik bangsa, demi kebaikan dan kesejahteran umum semua lapisan di masyarakat. Idiologi partai menginspirasi bagaimana mengelola keberagaman dan perbedaan menjadi sinergisitas partai.
Untuk hal dimaksud di atas, dibutuhkan sumber daya kader partai yang  tangguh dengan kualitas dan moral individual yang pantang mundur dan tidak mudah menyerah ketika berhadapan dengan  tantangan dan hambatan.
Beban yang tidak ringan, akan tetapi dengan kesepakatan bersama untuk membangun soliditas sesama kader, antara kader dengan konstituen, apapun itu bukan sesuatu yang sulit, apalagi hingga harus memilih langkah negatif mengabaikan tanggung jawab, membiarkan kesempatan mengambil peran yang berdampak menguntungkan dan membesarkan inftruktur politik partai maupun nama baik partai.

Konsolidasi peran dan kekuatan jaringan partai dalam struktur maupun di luar struktur partai, harus terus menerus dibangun, baik melalui kelembagaan partai politik, peran legislasi di lembaga legilatif, tugas kepartaian di lembaga eksekutif, dan dalam peran serta di tengah  masyarakat.  Setiap kader partai diharapkan perannya agar selalu siap berbuat kebaikan, dan  partai menghasilkan elite politik yang selalu siap menjadi tempat untuk menampung dan meneruskan keluhan masyarakat bangsa.  Mampu memulihkan dan mewujudkan keluhan di masyarakat sesuai yang diharapkan, bahkan melebihi yang diekspektasikan.

Kebersamaan yang solid, dengan landasan idiologi partai yang melintas batas dinding sosio-kultural dan politik di masyarakat Indonsia, adalah kunci dan modal motivasi tak terhingga, guna membesarkan peran dan nama baik partai melalui kepedulian dan aksi cepat tanggap, kapan pun, di mana pun, tidak ada beda siapa pun. Berharap akan berefek pada adanya polarisasi publikasi  tentang partai yang selalu peduli kepentingan apapun aspirasi rakyat. Menjadikan posisi partai politik yang akrab dengan pandangan positif di masyarakat, partai bakal dikenal dekat dan disukai, ya populis tentunya.



Pemberdayaan Partai

          Setiap Partai Politik memiliki idiologi sebagai landasan dan pedoman perjuangan partainya, apakah sebagai partai yang hanya menghimpun masa, atau sekaligus sebagai partai yang menciptakan kader. Suatu organisasi partai politik, menurut sifat dan orientasi organisasinya memiliki dua jenis model partai, yaitu sebagai partai lindung (patronage programatic partie)2 dan partai idiolog atau partai azas (Weltanchauungs Partie atau programmatic partie)3.

Dari kombinasi sifat dan aliran partai yang dianut bila seperti disebutkan di atas, maka sangat dimungkinkan suatu partai politik tetap akan bertahan dan mampu berkembang seterusnya. Sehingga untuk menjadikannya partai populis, bermodalkan landasan model sebagai partai lindung dan jelas idiologinya, selanjutnya bagaimana membuat partai dekat dengan masyarakat. Kedekatan dengan melalui program stategis, yaitu pemberdayaan politik yang terprogram dan dilakanakan secara kontinyu.

Hal ini sebagai jawaban bagaimana suatu oraganisasi partai politik dapat berevolusi menjadi bagian dari kekuatan rakyat dan benar-benar dapat mewakili kepentingan rakyat dalam keterwakilan politik, sekaligus dalam tanggung jawab sebagai partai yang berbasis kader.
Dalam konsep sebuah partai yang diragukan keberpihakannya kepada rakyat, bakal menuai sinisme, maupun berakumulasi menjadi kekecewaan konstituen terhadap partai, bahkan hingga berakibat mutasi(perpindahan) basis konstituen kepada partai lain yang dianggap lebih menjamin hak dan segala kebutuhan konstituen. Sebagai partai, akan mengalami distori kuantitas kader dan konstituen, selanjutnya berimbas kepada perolehan jumlah suara disaat pemilu nanti.

Untuk itulah gagasan perubahan wacana pemberdayaan politik kader dan konstituen atau arus bawah, hendaknya ditangkap dan dijadikan suatu gagasan perubahan dalam intern orientasi program-program partai.
Gagasan perubahan pemberdayaan politik arus bawah sudah harus dilakukan, untuk mendorong transformasi sosial, dimana konstituen maupun masyarakat diberikan peran utama. Pada saat bersamaan proses ini membuka kemungkinan terbukanya ruang dialog maupun refleksi kritis, berkaitan dengan kapasitas dalam meluaskan pemahaman-pemahaman kejangkauan politik yang lebih luas)4.

Sangat dibutuhkan “kemampuan komunikasi para aktor)4, caranya dengan membuka ruang publik yang bebas, yang dapat menjamin kemungkinan diskursus yang tidak terdistorsi. Kemampuan ini secara tidak langsung menunjukan hubungan sosial yang non represif yang memungkinkan para aktor menjalankan politik bebas dari tekanan baik phisikolog maupun fisik, artinya mereka membutuhkan “keterbukaan dan perluasan ruang publik)5. Pada akhirnya pemberdayaan politik arus bawah akan terbentuk kemandirian politik, yang kemudian direfleksikan dalam seluruh ruang kehidupan, baik politik, ekonomi, juga budaya. Pada saatnya bila tujuannya ini tercapai, akan dengan sendirinya kesadaran politik akan menggiring masyarakat secara emosional terhadap upaya bagaimana menjalankan roda kinerja partai.

Masyarakat akan melihat, siapa yang melakukan apa bagi mereka, hingga pada saatnya ketika suara mereka dibutuhkan dalam hajatan demokrasi pemilihan umum, suaranya tidak akan kemana-mana.
Sesuatu yang tidak instan adanya, melainkan membutuhkan kinerja sistematis dari seluruh elemen organisasi atau perangkat partai.
Hal itu dilakukan melalui konsep pemberdayaan yang matang, terjadwal, terukur, dan kontinyu pelaksanaannya, sehingga perkembangan dan pencapaian hasil mencapai target.
     
Beberapa langkah pemberdayaan kami sarankan dan bila perlu dijadikan sebagai visi dan misi partai, antara lain ;

1.   Penguatan struktur partai di semua tingkat kepengurusan partai, mulai dari   tingkat  cabang,anak cabang, ranting hingga jaringan konstituen partai, yang   bertujuan untuk  menjadikan personal pengurus yang sekaligus adalah kader         partai, mampu  menjadi kelompok penggerak di partai dan di masyarakat.
2.   Kapasitas dan Jaringan struktural kader partai difungsikan dan diintensifkan   secara  maksimal memberikan komitmen terhadap kebijakan-kebijakan yang   akan  diperjuangkan dalam upaya memajukan masyarakat.
3.  Menyelenggarakan pendidikan politik, agar masyarakat memiliki kesadaran   politik,  hingga dapat membangun kedekatan emosional dengan konstituen.
4. Sistem rekruitmen politik yang jelas, bertujuan untuk menghasilkan kader yang berproses, kritis, kreatif, dan loyal terhadap partai, dan mencegah kader yang instan,  lebih cendrung pragmatis, dan juga mencegah pembusukan di dalam partai.
5.   Bertekad memperbesar rekruitmen dan kuota keterlibatan perempuan dalam tingkatan  kepengurusan, maupun keterwakilan perempuan  dalam pencalonan legislatif.
6. Penguatan kapasitas publikasi aktifitas partai dan intens memanfaatkan media  informasi, sebagai sarana sosialisasi politik dan pendidikan politik ke masyarakat,  untuk meningkatkan eksistensi dan publisitas aktifitas partai kepada publik.

Selanjutnya masih dapat dirincikan melalui musyawarah untuk disesuaikan dengan konteks kebutuhan wilayah dan konstituen yang hendak disosialisasikan dan diberdayakan oleh partai menurut tingkatan dan kebutuhannya.




Penutup

Sebuah partai politik, sangat bergantung pada sistem penataan organisasi partainya, dan mampu membaca dan menghimpun aspirasi publik, kemudian dijadikan pedoman langkah dan perjuangan partainya.


                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Depok, Januari 2018

                                                                                                                            Penulis

                                                                                                Muhammad Thaha Pattiiha)*


--------------
Referensi ;

1)     Prof.Meriam Budihardjo, Dasar-dasar Ilmu Politik, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 1997, hal.163-164
2)     Op.Cit, Prof Meriam Budihardjo
3)     Op.Cit, Prof Meriam Budihardjo
4)     J. Habermas, Communication and the Aevolution of Societ, New York, Beacon Press, 1979
5)     Berbagai sumber

--------------------------------------------------------------------------------------------------
)* Penulis, pernah 20 tahun di sebuah Partai Politik sebagai Pengurus Harian Tingkat Kota dan Provinsi

Senin, 26 Februari 2018

Mantan Raja Wolu Masih Kelola Dana Desa

Sabtu, 28 Oktober 2017, 00:09 WIB

Dana Desa


KABARTIMUR.co.id, AMBON - Mantan Raja Negeri Wolu, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, Abdullah Hanlau tidak lagi memerintah negeri tersebut, namun bukan berarti dia tidak lagi berkuasa. Buktinya hingga kini dia masih menjalankan fungsi sebagai raja negeri.

Lebih ironis lagi, Abdullah ternyata masih mengelola alokasi anggaran dana desa (ADD) yang dicairkan pemerintah pada bulan Juni 2017 lalu, padahal dia telah resmi turun dari jabatannya sejak Februari 2017 lalu.

Sejak masa jabatannya berakhir, pemerintah Kabupaten Maluku Tengah belum menunjuk karteker atau pejabat sementara untuk menjalankan roda pemerintahan di desa tersebut, akibatnya pemerintahan di desa itu berjalan pincang.

“Jadi tidak ada raja disana maupun pejabat, tapi anehnya mantan Raja bisa mengelola Dana Desa(AD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,dan Alokasi Dana Desa(ADD) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Maluku Tengah tahun 2017, padahal masa jabatannya telah berakhir sejak bulan Februari lalu,”kata Pembina Ikatan Keluarga Wolu (IKALU), Muhammad Thaha Patrtiiha kepada wartawan di Ambon, Jumat (27/10).

Dia mengungkapkan, terjadinya kekosongan pemerintahan di Desa Wolu menyebabkan munculnya berbagai persoalan di masyarakat, karenanya dia meminta pihak Saneri Negeri Wolu dan marga Hanlauw yang merupakan mata-rumah parentah(perintah) di desa tersebut dapat bermusyawarah guna mengusulkan calon raja sesuai dengan kewenangannya.

“Kami masyarakat menginginkan adanya Raja definitif. Kami juga tidak lagi menginginkan Pejabat Sementara karena masa jabatan raja sudah berakhir sejak lama dan sudah melewati 6 bulan,”kata Pattiiha.

Dia juga mendesak kepada Saneri Negeri dapat berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah sesuai dengan kewenangannya untuk membentuk panitia pemilihan raja, mengingat saat ini ada dua figur yang bakal mencalonkan dirinya sebagai raja.

“Ada dua calon raja disana, jadi tidak bisa penetapan, mekanismenya mata rumah parentah mengusulkan lalu saniri membentuk panitia dan dilakukan pemilihan oleh masyarakat,”ujarnya.

Senada, Ketua IKALU(Ikatan Keluarga Wolu), Dahlan Kohunusa mendesak DPRD Maluku tengah agar dapat berkoordinasi dengan Pemkab Maluku tengah sehingga dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi di desanya itu.

Dia mengaku persoalan tersebut harus dapat di fasilitasi oleh DPRD karena sesuai tugas dan tanggung jawabnya, DPRD adalah lembaga perwakilan yang memiliki fungsi kontrol terhadap pemerintah daerah.

“Kasus ini tidak hanya terjadi di Desa Wolu tapi juga di beberapa negeri, karenanya DPRD harus menyadari tugas dan fungsinya,”katanya.

Dia juga mendesak pihak berwenang dalam hal ini pihak kepolisian dan kejaksaan dapat menelusuri adanya dugaan penyelewengan anggaran pembangunan yang ada di desa tersebut selama ini.

“Kami minta berbagai dugaan penyalagunaan anggaran pembangunan di negeri Wolu harus dapat diusut oleh Aparat berwenang. Kami sangat berharap adanya stabilitas kehidupan sosial bagi masyarakat Negeri Wolu yang aman, tertib, rukun, dan harmonis,”ungkapnya. (MG5)


Sumber ; 

http://www.kabartimur.co.id/detail/indeks/kriminal/13620-Mantan-Raja-Wolu-Masih-Kelola-Dana-Desa



Sabtu, 24 Februari 2018

MOZAIK WAKTU - Kumpulan Puisi (III)




Mozaik Waktu
 
jangan berdebat lagi itu mengulang tangis
lembutkan sayatan guna hadirkan teduh
diujung keluh berbisiklah selama bisa
lepaslah bila masih menggantung paksa
jatuhkan dengan nyanyian jiwa 
agar dipeluk raga
 
tenggelamkan ragu dengan suara puitis
yakin tidak terbuang karena sudah terkisah
 
kenapa malam disuasana sepi masih tanya
bertanya bilakah setelah saling sepakat
 
rebahkan retak puing agar tidak merenung
mencarikan lagi awal sebelum ada janji
titiknya membelunggu kadar bening
setara warna kilau buih dikegelapan
berpindah menyapu malam
 
memohon harap terbawa angin utara
menata kembali keping memori yang kembali
 
Januari 2017




Cinta

cinta tidak selamanya
untuk dimiliki
tetapi tidak juga bisa
dirasionalkan
karena perasaan
tidak bisa direkayasa
apalagi dipaksa
sebaliknya jodoh
adalah kenyataan
dijalani sebagai takdir
temukan kebahagiaan
dari sisi yang berbeda
padukan bersama romantisme
masa lalumu
sebatas pikiran




Lorong Waktu

dilembar hari
yang memenuhi benak
beragam galau
bak tong sampah
sulit terurai oleh
mesin waktu
sedang lamunan
menyajikan betapa
ketiadaan
masih mengusung
kehampaan




RASA DI RELUNG WAKTU

Di ujung lidah rasa itu mengambang
Bukan biasa yang selalu dinikmati
Memang sulit menentukan ukuran dan kadar
Karena selalu dengan kebiasaan yang hanya mengira

Lama dalam waktu yang bertahun sudah
Kita menaruh kebersamaan masih bertepi
Menganggap segala telah menyatu hanya bayang
Lalu berlalu mengiring waktu waktu yang dilewati

Cilodong-Depok ; 02.27,20062916




DUNIA MAYA

rana maya tidak berbatas ruang dan waktu
memuat ragam peluang dengan selaksa makna
dari ceritera manusia kala  berkisah
makin sibuk bertafsir

menata urusan dengan menyusun rencana
mengikuti godaan asa dan mimpi-mimpi
pada era berkabar maya tidak terkira

dengan beningnya jiwa
tidak juga menghapus gejolak pikir
akan ketakutan-ketakutan
tentang hari esok yang maya

matahati sepertinya kian memuai
menjadikan warna apapun berubah
sepi dari keindahan
terburai dalam badai ambisi
bersama sepinya keinginan berbagi
terburu-buru menangkap apapun
buruan di sabana gurun
sedapat apapun harus tidak disisakan
hingga dunia maya pun
terasa mulai sempit

06/08/2016




Berdamai Dengan Malam


katakan apapun
dan buatlah menjadi racun 
dengan marahmu yang tak tentu arah 
mungkin persinggahan saat menarik napas 
bisa mengulur waktu untuk berpikir bening 
bahwa apapun itu hanya khayal 
bakal pupus bersama emosi 
saat sama sedang terdiam 
kita bisa saling membaca 
karena jarak tak terpisahkan 
meski berulang seperti biasanya 
selalu akan ditelan malam 
diam di haribaan mimpimu

depok 20022016






























MENUJU PAPUA

yang pertama menuju papua
menumpangi kapal besar bermuatan
manusia, barang dan harapan

teluk ambon menebar pesona sepi
tanjung alang mendekatkan karangnya
pada lebamnya khayal
sambil menambang suasana
yang tak mudah untuk hati
pada perjalanan melayari bathin

di anjungan berusaha menebar pandang
luas melebar pada laut yang diam
arus yang bersahabat dengan cuaca
matahari siang tengadah menuju senja
di bagian timur pulau manipa yang membelah
antara gelorah yang mestinya tak berkabung

pergi untuk kembali menandai kasih
buat adinda yang tak lagi pernah bersua
menemui pusara yang selalu menggantung rasa

biarlah ini yang pertama dan mungkin terakhir
bukan bagian dari pikir yang merana
oleh jarak dan usia yang terus berlari

masih dengan malam membangun bathin
kapal terus melaju arah utara
punggungi pulau alifuru bernama seram
dek dua tengah no 116 depan toilet wanita
suara musik dangdut dan tangis bocah
menyatu bersama bau pesing dan debu rokok

00.44 waktu timur indonesia 11 november 2015
 suara laut di dinding kapal mengalirkan buih
merebahkan malam yang kian pulas
menata jemari membelai sepi
menuliskan kisah sambil berharap
bisa kembali lagi di suatu waktu


KM.Gunng Dempo 11/11/2015, 00.51






 Hanya Daun Kering

lembutnya bayu
mengibas
dedaunan rontok
entah di mana kira
berakhgir terpeluk bumi
hanya sedikit yang menoleh
tidak banyak yang peduli


depok, 07082015






ANAK-ANAK SAHUR

Bunyi dari suara-suara dengan irama tanpa rasa
Selalu disetiap menjelang waktu sahur
Te’h ika te’h dewi ayo kota sahur
Hanya dua nama dari tiga halaman penghuni
Sudah bertahun-tahun syair itu tidak berubah

Berbaris dengan kaleng dan galon air isi ulang
Selalu di setiap ramadhan bulan berpuasa
Belum berganti dominasi suara koor yang asal
Mereka anak-anak yang masih tumbuh seiring masa

Terasa butuh bila keributan itu belum muncul
Di balik pagar gang niman kampung bendungan


03.05, 20062016, Cilodong-Depok





indonesia

indonesia, adalah matahari pagi yang cerah
bening sesejuk embun mengbangunkan hari

indonesia, adalah dunia kecil di bola bumi
selaksa impian menggantung
di mega cakrawala

indonesia, adalah selaksa angan
yang menghimpun cita dan sejuta rasa
tidak hanya sebatas horizon di ujung pandang

indonesia, lahir dari beragam karya monumental
bersama cucuran darah dan keringat
jiwa dan nyawa-nyawa yang melayang
alam dan kekayaan
agama dan keyakinan
bunga dan airmata

indonesia, kugenggam cita-cita di hari kemerdekaan
kukibarkan selembar puisi kebebasan
pada pundak hari
kuletakkan harapan
sampai di mana aku mesti bermimpi
seperti mimpi para pejuang merah putih
yang dibumikan berbutir-butir peluruh musuh

indonesia, di ujung senja negeriku sabang
kutangkap fajar merauke
dengan matahari sanggupkah kau
bangunkan bumi pertiwi
halau awan hitam gantikan dengan bunyi seruling
untuk meninabobokan anak-anak negeri
agar esok menjadi milik siapapun
semua anak negeri merdeka

indonesia, tanah merdeka







Kata-kata

mengatakanpun harus memilih kata
mendiamkan adalah pilihan 
untuk tidak mengatakannya 
setelah riak mendayung mengurai musim 
kadang sesak menumpuk untuk diurai 
perlahan mendendam tersimpan rapi 
lalu menebarkan wangi sepi 
dikejar waktu yang terus menurun 
menapaki lereng hingga tapak melemah 
dan tidak pernah berkata lagi 
biarkan kata membangun sendiri mimpi-mimpi





kematian adalah keniscayaan
nyata ketika dihadapkan pada
ketidak perharapan
dan kadang kita disadarkan
bahwa hidup hanya kesia-siaan
untuk menakar keyakinan
mengukur kesiapan
menghadapi - Nya





Masa

segelas kopi meneriakkan
malam yang basah
udara lembab menebarkan
aroma pula
bermimpi tentang matahari
dan bulan dalam dekapan
bumi menambatkan pergiliran waktu
bagi makhluknya yang terus berlari
bahkan menapaki gelap seakan
siang tak akan ada lagi

sepertinya musim apapun
hanya pergeseran masa
bersama catatan sejarang yang
tidak pernah akan berhenti


Cilodong Depok 09052015



Pada Akhirnya

roboh
kering
tandus
sendiri
sepi
........

berakhir







ROKOK ITU

Batang racun menjadi potongan-potongan
Pada wadah yang penuh debu dan itu sampah
Sepertinya sadar dalam keburukan yang parah

Dalam sehari berapa yang lenyap terbakar
Hanya buat meretas waktu yang sulit dikonversikan
Buat ukuran-ukuran rasional searah hasilnya
Sepertinya hanya menjadi mainan bibir
Sulit memastikan makna gunanya


02.45,20062016, Cilodong-Depok.






Sabtu

Hari yang setiap waktu 
diakhir pekan 
dalam seminggu putaran malam
kembali ke siang dipergilirkan
seperti roda
ketetapan yang tetap

tepat hingga kapanpun
dalam umur setiap manusia
yang tidak tentu
kapan berakhir
siapa pun hanya mampu menghitung
mengikuti perjalanan waktu
tanpa kuasa menghentikannya

09052015 Cilodong Depok





Yang Terlupakan

Sepi
kata jimat untuk mengungkap ketiadaan
dalam harapan harusnya tidak
bagi sebuah peristiwa istimewa
berbaik sangka pada lupa
agar jiwa tidak merana
dan pikiran tetap bening meraba
memaknai galauanya rasa
agar membantu mengibiri prasangka
yang menggoda dalam relung dilema

benarkah itu terlewatkan sangat
oleh waktu-waktu penuh beban
untukmu karena untukku
biarlah, lupakan saja


03.27, 22062016, Cilodong Depok




-

Newsletter

Cari Blog Ini